HIMA IKOR Universitas Pendidikan Indonesia Gelar Lisensi Massage Level 1 Nasional
HASANAH.ID – BANDUNG. Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia olahraga melalui pelatihan sertifikasi profesi bagi mahasiswa.
Program tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi profesional yang diakui secara nasional.
Ketua pelaksana Zaldi mengatakan dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang olahraga, Himpunan Mahasiswa Ilmu Keolahragaan (HIMA IKOR) menyelenggarakan kegiatan Lisensi Massage Level 1 Nasional yang bersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi.
”Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam menghadirkan pelatihan berbasis kompetensi yang tidak hanya menitikberatkan pada penguasaan keterampilan sport massage, tetapi juga memberikan pengakuan profesional secara nasional kepada para peserta,”ujar Zaldi kepada media di Gedung Ahmad Sanusi UPI, Jumat (22/5/2026)
Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan tenaga sport massage yang kompeten, profesional, dan memiliki sertifikasi nasional, sehingga memiliki daya saing tinggi di dunia kerja serta mampu menjawab kebutuhan tenaga terapis olahraga di berbagai sektor.
Diharapkan kepada seluruh mahasiswa yang berminat dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kompetensi dan memperoleh sertifikasi resmi di bidang keolahragaan.
Sementara dalam kesempatan yang sama Wakil Dekan III FPOK UPI, Dr. Dian Budiana mengatakan pelatihan sertifikasi profesi kini menjadi bagian penting dalam optimalisasi kemampuan mahasiswa.
Menurutnya, sertifikasi kompetensi juga menjadi salah satu persyaratan utama bagi mahasiswa sebelum mengikuti tahapan ujian di lingkungan kampus.
Ia menegaskan, pelatihan tersebut bukan sekadar formalitas akademik, melainkan pembekalan nyata bagi mahasiswa sebelum terjun langsung ke masyarakat, khususnya dalam bidang keolahragaan yang kini membutuhkan tenaga profesional tersertifikasi.
“Mahasiswa harus memiliki nilai tambah. Sertifikasi profesi ini menjadi bekal penting saat mereka masuk ke dunia kerja maupun terlibat langsung dalam pembinaan olahraga di masyarakat,” ujarnya.
Dian Budiana juga mengungkapkan bahwa pihak UPI melalui bidang ilmu keolahragaan akan menjalin kerja sama strategis dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia Kota Bandung dalam pengembangan sektor olahraga dan peningkatan kualitas SDM keolahragaan.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Kota Bandung, Dr. Drs. H. Nuryadi menyampaikan bahwa tindak lanjut kerja sama tersebut diarahkan pada peningkatan mutu tenaga olahraga, baik pelatih, terapis, maupun tenaga ahli lainnya.
Menurutnya, dari 14 bidang keahlian tenaga olahraga, pelatihan massage olahraga menjadi salah satu kompetensi yang sangat penting dan dibutuhkan.
Massage olahraga dinilai memiliki peran vital dalam mendukung performa atlet, pemulihan kondisi fisik, hingga pencegahan cedera.
“Massage olahraga bukan sekadar pijat biasa, tetapi bagian dari ilmu olahraga yang sangat penting dalam mendukung pembinaan atlet dan kesehatan fisik,” katanya.
Melalui pelatihan dan uji kompetensi tersebut, para peserta yang dinyatakan lulus nantinya akan memperoleh lisensi sertifikasi profesi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Sertifikat itu diharapkan menjadi nilai tambah sekaligus membuka peluang besar bagi lulusan untuk terlibat di berbagai organisasi dan industri olahraga yang membutuhkan tenaga profesional bersertifikat.
Program ini sekaligus menjadi sinyal bahwa dunia olahraga modern kini tidak hanya membutuhkan atlet berprestasi, tetapi juga didukung tenaga profesional kompeten yang memiliki legalitas dan standar keahlian nasional.**
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.